Di Persimpangan Jalan

Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti sebuah talkshow / Seminar Teknologi, yang pembicaranya merupakan para petinggi korporat maupun startup yang ada di Indonesia. Salah satu hal penting yang saya dapat saat itu adalah penjelasan tentang bagaimana kehidupan seorang googlers dari Head Country Google Indonesia, Pak Henky Prihatna.

Singkatnya, saya menemui istilah 70-20-10 pada sesi talkshow tersebut, dimana dengan konsep ini saya bisa membagi waktu saya menjadi 3 hal :

  • 70% untuk bekerja sesuai job function saya di Kantor.
  • 20% untuk melakukan eksplorasi terkait pekerjaan tersebut (networking, finding new solution, yang intinya diluar aktivitas utama yang 70% diatas).
  • 10% untuk melakukan hal diluar itu semua, baik passion, mimpi, maupun sekedar hobby.

Mungkin terkesan sangat ideal, tapi saya Insya Allah akan memantapkan diri bahwa saya akan menggunakan 30% waktu saya untuk menggali semua mimpi dan passion saya yang selama ini entah menghilang kemana, hehe. Yah, mungkin karena saya merasa secara pribadi merasa, apa yang saya kerjakan, apa yang saya peroleh di kantor selama 1 tahun belakang, tidak seperti yang saya inginkan, atau dibawah ekspektasi saya sebelum bekerja, dan saya yakin waktu saya di kantor (jam 8-7 malam + weekend) sudah cukup memenuhi 70% waktu saya dalam sehari, dengan perhitungan 6-7 jam tidur. And i’m pretty damn sure it’s not worth to do it more !! ( I will talk about it later ).

Lantas sekarang, apa yang akan saya lakukan untuk mengisi 30% sisa waktu saya setiap harinya? Apa passion dan mimpi saya? Disinilah saya menemui persimpangan jalan ini. Kalau boleh melihat di waktu lampau, saya paling banyak mempelajari hal baru adalah saat saya magang di startup saat kuliah, dan ketika saya masih duduk di bangku SMP !!! Saat pertama kali kenal internet, join forum hacking, melakukan deface beberapa situs web, situs sekolah sendiri, dan berbagai aktivitas cyber lainnya. Meskipun saat itu saya hanyalah seorang script kiddies, yang cuma bisa pakai tools orang, tapi saya yakin bahwa saat itu, saya merasa I can do Everything, if i learn these things !!.

Well, mungkin tidak segampang itu kenyataanya. Saya tahu betul, ada gap yang sangat masif antara kemampuan saya dan lautan ilmu pengetahuan di luar sana yang ingin saya kuasa. I learnt the hard truth ketika kuliah S1 dan S2 dulu. Meski akhirnya saya mendapat gelar magister teknik dengan opsi keamanan informasi, tapi saya merasa, gairah atau rasa ingin tahu saya saat ini untuk mengeksplore jauh lebih rendah dibandingkan ketika saya duduk di bangku SMP tersebut, apalagi melihat kondisi saya saat ini. It’s so depressing !!

Karena itu, saya akan memasang target yang mungkin cukup berat, but it’s worth my time I guess. Saya akan mencoba mendapatkan sertifikasi OSCP dalam waktu satu tahun kedepan.

Bukan maksud Riya’ atau bagaimana, saya cuma ingin menuliskan pesan kepada diri saya sendiri satu tahun mendatang. Saya akan mencoba menjadi gelas kosong yang tidak retak ketika mencoba mengisinya dengan air yang mengalir dari lautan yang luas tersebut, wish me luck !!

The Long Road Ahead!

One thought on “Di Persimpangan Jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.